Manusia dan keadilan

KETULUSAN



Rena adalah seorang mahasiswi di universitas Indonesia. Dia mengambil fakultas hukum. Dan sekarang rena sedang menyusun skripsinya. Rena memilih untuk meneliti rakyat miskin di desa. Dia bertemu dengan seorang ibu, ibu itu bernama IBU RAHMI. setelah memperkenalkan diri, rena mulai bertanya-tanya tentang kehidupan beliau.

“sudah berapa lama ibu tinggal di sini?” tanya Rena
“saya sudah di sini sekitar empat tahun” jawab ibu rahmi
“Apakah ibu di sini tinggal sendirian?” tanya Rena
“tidak, saya tinggal bersama suami saya dan anak-anak saya”
“kalau boleh saya tau, apa pekerjaan suami ibu?”
“Suami saya tidak bekerja lagi, dia sedang sakit sakitan sehingga saya menjadi tulang punggung keluarga.”
“Lalu, bagaimana dengan anak-anak ibu? apa mereka tidak sekolah?”
“saya sangat ingin menyekolahkan mereka, tetapi saya tidak memiliki banyak uang untuk membiayai sekolah mereka.”
“Apakah pemerintah tidak memberikan bantuan untuk ibu dan warga desa di sini?” tanya rena
“Tidak”
“Mengapa begitu?”
“Mungkin karena di sini desa yang sangat terpencil, maka bantuan untuk rakyat miskin tidak sampai ke sini”
“Baiklah, terima kasih atas wawancaranya bu”
“sama-sama, nak”

Setelah pulang dari desa tersebut Rena mulai berpikir bahwa tidak semua orang hidupnya senang, masih ada orang yang berkekurangan seperti ibu rahmi.

Karena merasa iba, rena memutuskan untuk membantu warga desa yang sedang kesusahan. Rena pergi ke universitas tempat dia belajar dan meminta teman-temannya untuk membantu mengumpulkan dana untuk warga desa. Ternyata setelah dihitung jumlah uangnya, rena memberikan uang itu pada warga desa termasuk ibu rahmi. Ibu rahmi sangat terharu atas bantuan yang diberikan oleh rena dan teman-temannya. Ibu rahmi berulang-ulang kali berterima kasih pada rena dan teman-temannya..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manusia dan penderitaan

Manusia dan kesusastraan

Manusia dan penderitaan