Manusia dan penderitaan
PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN REMAJA
Dalam ilmu psikologi, kepribadian diartikan sebagai karakteristik atau cara bertingkah laku yang menentukan penyesuaian dirinya yang khas terhadap lingkungannya.
Selain perubahan fisik yang terjadi pada remaja, terdapat pula perubahan dalam lingkungan seperti sikap orang tua, teman sebaya mauapun masyarakat pada umumnya.
Remaja dituntut untuk mampu menampilkan tingkah laku yang dianggap pantas atau sesuai bagi orang-orang seusianya.
Adanya perubahan baik di dalam maupun di luar dirinya itu membuat kebutuhan remaja semakin meningkat terutama kebutuhan sosial dan kebutuhan psikologinya
Secara umum masa remaja dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut :
1. Masa remaja awal (12-15 tahun)
Pada masa ini individu mulai meninggalkan peran sebagai anak-anak dan berusaha mengembangkan diri sebagai individu yang unik dan tidak bergantung pada orang tua.
2. Masa remaja pertengahan (15-18 tahun)
Masa ini ditandai dengan berkembangnya kemampuan berpikir yang baru. Teman sebaya masih memiliki peran yang penting, namun individu sudah lebih mampu mengarahkan diri sendiri (self-directed).
3. Masa remaja akhir (18-22 tahun)
Masa ini ditandai oleh persiapan akhir. untuk memasuki peran-peran orang dewasa. Keinginan yang kuat untuk menjadi matang dan diterima dalam kelompok teman sebaya dan orang dewasa, juga menjadi ciri dari tahap ini.
E.B. Hurlock mengemukakan bahwa penyesuaian yang sehat atau kepribadian yang sehat ditandai dengan karakteristik sebagai berikut:
1. Mampu menilai diri secara realistis
Hal ini ditandai dengan kemampuan umtuk mempunyai wawasan tentang diri sendiri dan kemampuan untuk menangkap humor.
2. Menerima tanggung jawab
Individu yang sehat adalah individu yang bertanggung jawab. Dia mempunyai keyakinan terhadap kemampuannya untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya.
3. Dapat mengontrol emosi
Individu merasa nyaman dengan emosinya. Dia dapat menghadapi situasi frustasi, depresi atau stres secara positif. Ia tidak marah jika dikritik dan disaat-saat yang diperlukan
4. Penerimaan sosial
Mau berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial, dan memiliki sikap bersahabat dalam berhubungan dengan orang lain
5. Mampu melihat situasi secara realistik individu dapat menghadapi situasi atau kondisi kehidupan yang dihadapi secara realistik dan mau menerimanya secara wajar. Dia tidak mengharapkan kondisi kehidupan itu sebagai suatu yang harus sempurna
Adapun kepribadian yang tidak sehat itu ditandai dengan karakteristik seperti:
1. Mudah marah (tersinggung)
2. Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan
3. Sering merasa tertekan
4. Bersikap psimis dalam mengahadapi kehidupan
5. Mempunyai kebiasaan berbohong
4. Bersikap psimis dalam mengahadapi kehidupan
5. Mempunyai kebiasaan berbohong
Sumber :
http://tbastainpo2014.blogspot.com/2015/12/perkembangan-kepribadian-remaja.html?m=1Ko
Anisya Rahmelia
10218902
1EA02
Dalam ilmu psikologi, kepribadian diartikan sebagai karakteristik atau cara bertingkah laku yang menentukan penyesuaian dirinya yang khas terhadap lingkungannya.
Selain perubahan fisik yang terjadi pada remaja, terdapat pula perubahan dalam lingkungan seperti sikap orang tua, teman sebaya mauapun masyarakat pada umumnya.
Remaja dituntut untuk mampu menampilkan tingkah laku yang dianggap pantas atau sesuai bagi orang-orang seusianya.
Adanya perubahan baik di dalam maupun di luar dirinya itu membuat kebutuhan remaja semakin meningkat terutama kebutuhan sosial dan kebutuhan psikologinya
Secara umum masa remaja dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sebagai berikut :
1. Masa remaja awal (12-15 tahun)
Pada masa ini individu mulai meninggalkan peran sebagai anak-anak dan berusaha mengembangkan diri sebagai individu yang unik dan tidak bergantung pada orang tua.
2. Masa remaja pertengahan (15-18 tahun)
Masa ini ditandai dengan berkembangnya kemampuan berpikir yang baru. Teman sebaya masih memiliki peran yang penting, namun individu sudah lebih mampu mengarahkan diri sendiri (self-directed).
3. Masa remaja akhir (18-22 tahun)
Masa ini ditandai oleh persiapan akhir. untuk memasuki peran-peran orang dewasa. Keinginan yang kuat untuk menjadi matang dan diterima dalam kelompok teman sebaya dan orang dewasa, juga menjadi ciri dari tahap ini.
E.B. Hurlock mengemukakan bahwa penyesuaian yang sehat atau kepribadian yang sehat ditandai dengan karakteristik sebagai berikut:
1. Mampu menilai diri secara realistis
Hal ini ditandai dengan kemampuan umtuk mempunyai wawasan tentang diri sendiri dan kemampuan untuk menangkap humor.
2. Menerima tanggung jawab
Individu yang sehat adalah individu yang bertanggung jawab. Dia mempunyai keyakinan terhadap kemampuannya untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya.
3. Dapat mengontrol emosi
Individu merasa nyaman dengan emosinya. Dia dapat menghadapi situasi frustasi, depresi atau stres secara positif. Ia tidak marah jika dikritik dan disaat-saat yang diperlukan
4. Penerimaan sosial
Mau berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial, dan memiliki sikap bersahabat dalam berhubungan dengan orang lain
5. Mampu melihat situasi secara realistik individu dapat menghadapi situasi atau kondisi kehidupan yang dihadapi secara realistik dan mau menerimanya secara wajar. Dia tidak mengharapkan kondisi kehidupan itu sebagai suatu yang harus sempurna
Adapun kepribadian yang tidak sehat itu ditandai dengan karakteristik seperti:
1. Mudah marah (tersinggung)
2. Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan
3. Sering merasa tertekan
4. Bersikap psimis dalam mengahadapi kehidupan
5. Mempunyai kebiasaan berbohong
4. Bersikap psimis dalam mengahadapi kehidupan
5. Mempunyai kebiasaan berbohong
Sumber :
http://tbastainpo2014.blogspot.com/2015/12/perkembangan-kepribadian-remaja.html?m=1Ko
Anisya Rahmelia
10218902
1EA02

Komentar
Posting Komentar