Manusia dan harapan


White lies



Aku mengecek jam di pergelangan tanganku untuk yang ke sekian kalinya.

Huft!

Kegelisahan menderaku. Mama tak kunjung datang, padahal sekarang sudah jam sembilan malam.

"Mbak!" Panggilku pada waitress yang tengah lalu lalang di antara meja-meja.

Setelah menuliskan pesananku, waitress itu kembali ke ruangannya.

Tuk. Tuk. Tuk.

Aku mulai mengetukkan jariku pelan di atas meja. Hal yang selalu kulakukan jika sedang bosan.

Apa mama akan datang?

Ya, pasti mama akan datang. Dia sudah janji akan datang kan hari ini. Kali ini dia pasti tidak akan mengingkari janjinya. Pasti dia tersesat, atau bensinnya habis, atau mobilnya mogok, atau terjebak macet. Pasti mama akan datang.

Pelayan yang tadi mencatat pesananku, kembali datang. Dia membawa jus alpukatku di atas nampan kayunya.

"Ini Mbak, pesanannya" Dia menaruh jus milikku di atas meja, dan mengambil dua gelas bekas jus lainnya yang sudah kuhabiskan.

Dengan sabar aku kembali menyeruput jus alpukatku, dan bermain ponsel.

Lagi, aku melihat jam digital yang melingkar di tanganku.

09.30

Huft!

Akhirnya aku menyerah dan memutuskan untuk menelpon mama.

Setelah dering ketiga akhirnya panggilanku dijawab.

"Halo ma! Mama dimana?" tanyaku dengan secercah harapan yang kembali timbul.

"Ini Rika ya?" tanya suara seorang pria.

"Enng.. Iya, maaf bukannya ini nomer hp mama saya?"

"Iya memang, mama kamu lagi sama saya nih. Lagi ke toilet, jadi yang jawab saya".

Tanpa berkata apapun aku segera mematikan panggilan kami.

Lagi, mama lagi-lagi melupakan janjinya padaku dan malah berkencan.

Air mata mulai membasahi kedua mataku. Membuat pandanganku jadi kabur. Setelah menaruh selembar lima puluh ribuan di meja, aku bergegas keluar dari restoran sialan itu.

Ayah sudah tertidur ketika aku kembali ke mobil.

"Yah!" aku mencolek bahunya.

"Eh! Udahan ketemuannya? Gimana tadi ketemu sama mama? Seneng gak?" Papa menegakkan tubunnya dan memasang seatbelt, lalu menoleh ke arahku.

Aku memaksakan senyum dan menahan air mataku.

"Iya Yah, seneng" jawabku seadanya.

Nama : Anisya Rahmelia
Npm : 10218902

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manusia dan penderitaan

Manusia dan kesusastraan

Manusia dan penderitaan